PRĀNĀYĀMA: Pengendalian Nafas

Prānāyāma adalah tapak (anga) ke-empat dari delapan tapak dalam jalan yoga yang diajarkan oleh Patanjali. Kata ini adalah bentukan dari kata prāna (nafas atau daya-kehidupan) dan āyāma (perpanjangan), yang mengisyaratkan esensi utama pengendalian nafas, yaitu fase retensi (kumbhaka) atau menahan nafas. Memperpanjang durasi menahan nafas diyakini akan memperpanjang durasi kehidupan itu sendiri.

Walau prānāyāma diakui sebagai salah satu sarana utama meremajakan tubuh, namun tujuan utamanya, sesungguhnya, adalah untuk mengendalikan pergerakan pikir. Berlatih yoga tanpa mengendalikan nafasnya ibarat orang yang ingin menyeberangi lautan menggunakan perahu tanah liat mentah, yang menyerap air, dan kemudian tenggelam.

Bernafas yang Benar

Kebanyakan orang hanya menggunakan sebagian kecil dari kapasitas paru-parunya untuk bernafas. Mereka bernapas pendek-pendek, nyaris tidak membentangkan dada. Bahu mereka membungkuk, punggung bagian atas dan leher mengalami ketegangan, dan hanya sedikit oksigen yang terhirup. Begitu besar usaha yang dilakukan untuk hasil yang sangat sedikit.

Yoga mengajarkan cara menggunakan paru-paru dalam kapasitas maksimumnya dan cara mengendalikan nafas. Pernapasan yang tepat harus dalam, lambat, dan ritmis (berirama). Pernafasan seperti ini akan meningkatkan vitalitas dan kejernihan mental.

Kita mengenal tiga macam pernafasan:

  1. Pernapasan klavikula (tulang selangka) adalah pernafasan yang paling pendek dan paling buruk. Bahu dan tulang selangka diangkat, sementara perut berkontraksi selama inhalasi. Maksimum usaha dialakukan, namun hanya sejumlah minimum udara diperoleh.
  2. Pernapasan dada (thoraks) dilakukan dengan meregangkan otot-otot tulang rusuk untuk memperluas rongga dada. Walau lebih baik daripada pernafasan klavikula, namun pernafasan bukan pernafasan yang lengkap.
  3. Pernapasan perut (abdominal) adalah pernafasan yang terbaik, karena mampu membawa udara ke bagian terbawah dan terbesar dari paru-paru. Pernapasan dilakukan dengan lambat dan dalam, dan dengan memfungsikan diafragma.

Sebenarnya, ketiga macam pernafasan di atas bukanlah pernafasan yang lengkap. Pernafasan yoga penuh (dirgha-swasam) menggabungkan ketiganya.

Prāna

Hal terpenting tentang pernapasan yang benar adalah prāna atau energi vital. Teknik-teknik pernafasan yang sudah banyak dikenal, mengajarkan cara mengaktifkan, merangsang energi yang membuat kita merasa tenang, santai, dan nyaman. Dalam yoga, energi yang kita hirup, dan yang terasa menyegarkan dalam setiap tarikan nafas ini disebut prāna. Prāna adalah energi yang bersifat universal di alam – prāna ada di mana-mana. Seporsi prāna juga ada dalam tubuh manusia. Prāna mengalir pada lapisan superfisial (dekat dengan permukaan) untuk menjaga tubuh dan organ-organnya.

Prānāyāma adalah latihan untuk mengendalikan prāna. Pengendalian prāna mengantar kepada pengendalian pikir. Ada lima prinsip prāna dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk mengatur fungsi tubuh yang berbeda-beda, yaitu: prāna, apāna, vyāna, udāna, dan samāna. (lihat artikel DIRI # 2)

Prāna memberi vitalitas dan memelihara organ tubuh. Prānāyāma adalah teknik utama untuk mengalirkan prāna. Praktek prānāyāma menghasilkan sejumlah panas yang akan mempengaruhi kuantum energi (prāna) yang ada; seperti ketika kita meniupkan panas ke dalam bejana, maka panas akan memanaskan seluruh udara dalam bejana.

Prānāyāma memanaskan kuantum prāna dan membuatnya mengalir naik dari cakra dasar (mūlādhāra-cakra) di perineum – tepat di atas area antara alat kelamin dan anus – menyusuri saluran pusat (sushumnā-nādī) hingga ke cakra mata ke-tiga (ājnā-cakra) di antara kedua alis, kemudian naik ke cakra mahkota (sahasrāra-cakra) di mahkota kepala. Prāna juga didistribusikan ke seluruh tubuh melalui kanal syaraf lainnya sehingga mencapai setiap atom tubuh.

Prāna adalah tempat bersemayamnya energi potensial yang disebut prāna-shakti atau kundalinī-shakti, yang terletak di cakra dasar (mūlādhāra-cakra). Bila sistem menghasilkan cukup panas, cakra ājnā akan mengirim pesan-balik ke cakra dasar dan energi potensial akan terbangun untuk meningkatkan aliran energi ke cakra ājnā.

Prānāyāma

Prānāyāma adalah teknik mengatur aliran energi di dalam tubuh, memasok energi dan mengendalikan kompleks pikir-tubuh.

Bernafas adalah proses menghirup energi vital dan membuang materi limbah dari tubuh dan pikir. Umumnya, bernafas mencakup menarik dan menghembuskan napas, yang hanya insidental. Pada prānāyāma proses bernafas termasuk pula menahan nafas.

Ada tiga fase dalam prānāyāma:
1. 
pūraka (inhalasi atau menarik nafas)
2. kumbhaka (retensi atau menahan nafas)
3. recaka (ekshalasi atau melepaskan nafas)

Kumbhaka adalah aktivitas menahan dan mengeluarkan nafas dari paru-paru. Ini adalah tahapan yang amat penting. Retensi nafas akan meningkatkan kadar prāna (energi) dalam tubuh, serta mengatur aliran energi prāna ke seluruh tubuh. Dengan demikian prānāyāma akan membantu menghilangkan penyakit dan menghambat proses penuaan tubuh.

Ada banyak teknik pengendalian nafas, dan beberapa diantaranya adalah sūrya-bedha atau sūrya-bedhana (pernafasan matahari); ujjayī (pernafasan penenangan); bhastrikā (pernafasan hembusan); kapāla-bhāti (mencerahkan tengkorak); kumbhaka-prānāyāma (menahan nafas).

Dalam tradisinya, sebelum melakukan prānāyāma seorang aspiran harus melakukan praktek penyucian, yang disebut dhauti. Beberapa jenis prānāyāma juga berfungsi untuk tujuan ini. Pernafasan ujjayī, misalnya, berfungsi membersihkan saluran pingalā (pingalā-nādī) untuk kebangkitan kundalinī.

Ada empat prasyarat penting untuk keberhasilan latihan pengendalian pernafasan, yaitu 1 sthāna atau tempat yang tepat; 2 kāla, atau saat yang tepat; 3 mita-āhāra, atau diet ringan, dan 4 nādī-shudhi, atau kemurnian saluran (nādī) tempat daya-kehidupan mengalir.

MANFAAT

  1. Prānāyāma mengurangi racun dan limbah dari dalam tubuh kita, serta melindungi tubuh dari penularan penyakit.
  2. Prānāyāma membantu fungsi pencernaan. Dengan cara bernafas yang tepat, metabolisme dan kondisi kesehatan akan membaik.
  3. Prānāyāma mengembangkan konsentrasi dan pemusatan pikiran (fokus), juga memerangi stress dan menyantaikan tubuh. Mengendalikan pernafasan juga memberi ketenangan dan kedamaian pikir.
  4. Prānāyāma membawa kepada pengendalian diri yang lebih baik. Dengan konsentrasi, kita lebih lebih mampu mengatasi emosi dan reaksi. Pikiran dapat berfungsi lebih jernih, menghindari perselisihan dan keputusan yang salah. Selain itu, pengendalian diri juga meliputi pengendalian atas tubuh fisik.
  5. Prānāyāma mengantar kepada perjalanan spiritual melalui tubuh dan pikir santai.
  6. Ketika dilakukan dengan benar, Prānāyāma memiliki nilai kuratif yang besar. Cegukan, batuk, asma, dan nyeri di kepala, telinga, dan mata, adalah beberapa gejala yang secara efektif bisa diatasi melalui pengendalian pernafasan.
  7. Prānāyāma juga disebutkan dapat mengurangi air-besar, urin, dan dahak.
  8. Lebih jauh, prānāyāma memperkuat dan menyegarkan tubuh, pikir, dan memiliki efek meremajakan.

PERINGATAN:

  1. Prānāyāma hendaknya tidak dilakukan segera setelah makan atau ketika seseorang sedang lapar. Juga disarankan untuk mengonsumsi susu susu dan mentega sebelum melakukan latihan. Tentu syarat ini tidak berlaku untuk seorang yogi tingkat lanjut.
  2. Selama fase kumbhaka ada peningkatan aliran darah ke otak dan sekaligus sejumlah panas dihasilkan dalam sistem. Panas menyebabkan peningkatan energi dalam bentuk listrik. Percikan listrik ini mengubah struktur kimia cairan otak. Cairan otak yang terpengaruh secara kimia akan mempengaruhi perilaku otak, dan menimbulkan pusing.
  3. Prānāyāma hendaknya tidak dilakukan dengan paksaan dan tanpa persiapan matang, agar tidak terjadi gangguan syaraf. Prānāyāma harus dilakukan dengan sangat sabar. Ini adalah bagian dari sebuah proses dalam yoga. Mengendalikan nafas adalah latihan spiritual untuk membersihkan pikir dan tubuh yang harus dilakukan secara tepat dan dengan bimbingan dan persiapan yang tepat pula. (ret)

ARTIKEL TERKAIT

1. DIRI # 2



Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s