B

BANDHA

kb: 1 ikatan; 2 kuncian

Kata ini memiliki banyak arti dalam literatur Sansekerta; bisa berarti ‘mengikat’ atau ‘menjembatani’, juga ‘janji’ dan ‘tendon’. Dalam Yoga, kata ini terutama merujuk kondisi keberadaan terbatas manusia (samsāra), yaitu keadaan tidak tercerahkan: kebodohan spiritual (avidyā) adalah ikatan kita. Ini membuat kita terikat pada siklus kehidupan, dari lahir ke mati ke kelahiran-kembali ke kematian-kematian kembali.

Dalam Yoga Klasik, bandha menunjuk ‘korelasi’ (samyoga) antara Diri Transendental, atau purusha, dan ego personalitas terbatas, atau kesadaran. Korelasi ini kerap dianalogikan dengan korelasi antara api dan kayu. Selain itu, menurut Yoga-Sūtra (3.1), istilah ini menunjuk ‘keterikatan’ kesadaran pada objek tertentu atau lokus (desha), yang merupakan esensi mendasar dari konsentrasi.

Akhirnya, bandha menunjuk teknik tertentu dalam Hatha-Yoga yang melibatkan penghentian lokal aliran energi psiko-somatik (prāna). Dalam pengertian ini, bandha diterjemahkan sebagai ‘kuncian’ atau ‘konstriksi’. Tiga kuncian utama adalah (1) mūla-bandha (kuncian dasar), uddīyana-bandha (kuncian melayang), dan jālandhara-bandha (kuncian tenggorokan). Ketiganya harus dilakukan ketika pengendalian nafas (prānāyāma) telah dikuasai dengan benar.

Sila baca juga: BANDHA: Kuncian Energi

BUDDHI

kb: 1 kebijaksanaan; 2 kecerdasan; 3 intelektualitas; 4 pikir (mind) tataran tinggi; 5 pemahaman

Bentuk feminin dari buddha. Salah satu konsep kunci tradisi Yoga dan Sāmkhya, juga Vedānta. Istilah ini pertama ditemukan dalam Katha-Upanishad (3.3). Dalam makna teknis utamanya terminologi ini merujuk produk pertama semesta (prakriti). Buddhi adalah aspek keberadaan yang paling halus dan paling sederhana, dan pada evolusi selanjutnya, memunculkan semua kategori (tattva) keberadaan lainnya, baik material maupun psikis. Buddhi, yang mirip dengan nous di Neoplatonisme, juga disebut lingga, lingga-matrā, dan sattva.

Konotasi lain terkait buddhi adalah ‘kualitas kebijaksanaan’ atau ‘pikir tataran yang lebih tinggi’, berlawanan dengan pikir tataran rendah (manas). Buddhi digambarkan sebagai kusir kereta; kereta diumpamakan tubuh dan kusir adalah Diri Transendental. Dalam pengertian ini, buddhi adalah aspek tertinggi atau terdalam dari jiwa manusia – tempat lahirnya kebijaksanaan sejati, atau gnosis. Oleh karena itu dalam beberapa konteks kata ini merujuk ‘kebijaksanaan’. Dalam Yoga-Sūtra, buddhi secara mudah disebut ‘kognisi’.

BHUTA

Bentuk past participle dari bhū yang berarti ‘menjadi’ (to be, to become)
kb: 1 unsur; 2 elemen; 3 yang membentuk keberadaan; 4 entitas yang tidak berwujud; 5 apapun dari lima elemen pembentuk semesta
Bhūta memiliki beberapa konotasi. Bhūta bisa merujuk makhluk hidup pada umumnya, atau unsur, atau makhluk tidak bertubuh tatanan rendah. Dalam banyak konteks, bhūta merujuk lima elemen (panca-bhūta) pembentuk kosmos material. Kelima elemen itu adalah bumi (prithivī), air (ap), api (agni), udara (vāta), dan ether (ākāsha).

—————————————————

Catatan:
1. Singkatan:
     har = makna harfiah
kb = kata benda
kk = kata kerja
ks = kata sifat
ungk = ungkapan

2. Sumber:
Feuerstein, Georg. 2011. The Encyclopedia of Yoga and Tantra. Boston: Shambala Publications.

.

.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s