K

KAIVALYA

(adj) 1 kesendirian

Kaivalya adalah kondisi keberadaan mutlak Diri Sejati.
Dalam Yoga Klasik, terminologi ini sangat dekat dengan ‘drishi‘, yang merujuk kepada kapasitas-bawaan Diri Sejati untuk apersepsi (kesadaran penuh) konten kesadaran (citta) yang tidak terputus (Yoga-Sūtra 2:25). Pada bagian lain, Patanjali menjabarkan kaivalya sebagai ‘involusi’ (pratiprasava) konstituen utama (guna) kosmos, yang telah kehilangan semua tujuan terhadap Diri Sejati yang telah transenden (YS 4:34). Kaivalya terwujud ketika kemurnian sattva (aspek ontologis tertinggi kosmos) dan Diri Sejati (purusha) sebanding (YS 3:55).

Hatha-Yoga-Pradīpikā (4:62) mendefinisikan kaivalya sebagai keadaan yang tersisa setelah pikir tataran bawah telah ‘terlebur’ melalui praktik-praktik yoga.

Mandala-Brāhmana-Upanishad (2.3:1) berbicara tentang ‘cahaya kesendirian (kaivalya-jyotis), yang bergerak dan penuh, membentuk nyala api di tempat yang tak berangin’.

Jīvan-Mukti-Viveka (bab 2) menjelaskannya sebagai ‘kondisi Diri Sejati yang terisolasi (kevala), yaitu bebas dari tubuh, dll’, yang ‘diperoleh melalui gnosis (jnana) saja’.

Dalam Yatīndra-Mata-Dīpikā (8:16 f), sebuah Vedānta dari abad ke-tujuh belas, kaivalya dikontraskan dengan moksha, atau pembebasan, sebagai berikut:

Ada dua macam pencari pembebasan: para penganut kaivalya dan penganut moksha.
[Yang dinamakan] kaivalya, [yang dicapai] melalui jnāna-yoga, adalah hakikat realisasi yang terpisah dari kosmos. Mereka menganggap realisasi ini merupakan realisasi tanpa Tuhan (bhagavat) …

Ada dua penganut moksha: para bhakta dan prapanna [yang bagi mereka Tuhan adalah Realitas utama].

Jadi, menurut interpretasi ini, kaivalya memiliki dualistik metafisika. Metafisika ideal moksha adalah teistis; sementara, bagaimanapun, kaivalya berasal dari mazhab Yoga Epik, yang panentheistis, dan terminologi ini terus digunakan sebagai sinonim untuk moksha di banyak mazhab yoga pasca klasik.

KALĀ

kb: 1 waktu; 2 bagian; 3 segmen; 4 periode
Salah satu kategori (tattva) keberadaan yang dibedakan di Shaivisme Kashmiri, dan merujuk bagian ke-dua proses penciptaan. Dalam Tantra dan Hatha-Yoga, juga mengacu pada potensialitas suara, sering disebutkan bersama-sama dengan nāda dan bindu. Dalam surat Parā-Trishikā-Vivarana karya Abhinavagupta, bahasa Sanskerta dari a ke ah disebut enam belas kalā. Kalā ke-enam belas dikenal sebagai visarga-kalā, yang tidak berubah.

Kulārnava-Tantra (6.38ff) memuat daftar enam belas tahapan ‘harapan yang terpenuhi’ dari Bulan, juga menyebutkan jenis lain kalā, termasuk dua belas unit matahari dan sepuluh unit agni. Surat ini juga membedakan dan menggambarkan sepuluh kalā penciptaan (srishti), pemeliharaan (sthiti), dan penghentian (samhāra). Semuanya terkait dengan alfabet Sansekerta dan aumkāra.

Kalā menandakan bagian ke-enam belas dari apa pun, khususnya bulan. Sejumlah karya Yoga abad pertengahan menyebutkan ‘bagian’ lunar di ‘cakra mahkota’ (sahasrāra-cakra). Dalam Shat-Cakra-Nirūpana (46), kalā disebut amā-kalā. Amā adalah salah satu dari banyak sinonim candra, yaitu bulan esoteris yang darinya menetes ‘nektar keabadian’ (amrita). Surat ini (47) juga menyebutkan tentang nirvāna-kalā (bagian dari kepunahan), yang ditemukan dalam amā-kalā.

Konsep-konsep ini paling baik dipahami sebagai upaya menjelaskan pengalaman-pengalaman tertentu dalam meditasi dan ekstase. Pengalaman-pengalaman amā-kalā dikaitkan dengan ekstase supra-sadar (asamprajnāta-samādhi).

KARANA

kb: 1 sebab; 2 alasan; 3 sebab potensial

KARMA – INDRIYA

kb: 1 organ tindakan; 2 organ kerja
Adalah organ yang melakukan tindakan namun tidak memberikan pengetahuan apapun. Ada lima organ tindakan, yaitu (1) tangan yang menggenggam; (2) kaki yang menyebabkan gerak; (3) organ wicara yang mengartikulasikan kata-kata; (4) organ reproduksi; dan (5) organ urinari.

Karma-indriya adalah organ yang melakukan tindakan namun tidak memberikan pengetahuan baru apapun. Gagasan, pengetahuan, pengalaman hasil operasi organ tindakan, muncul melalui sensasi inderawi dari jnāna-indriya. Bahkan, kesadaran bahwa organ tindakan beroperasi, hanya tersedia melalui jnāna-indriya. Sensasi atau pengalaman kerja karma-indriya muncul karena kerja simultan jnāna-indriya atau indera pengetahuan.

KARTA

kb: 1 pelaku; 2 subjek yang melakukan tindakan

KARUNĀ

(n) 1 kasih sayang; 2 belas kasih; 3 rasa kasihan.

Karunā disebut dalam Yoga-Sūtra (1:33) sebagai emosi positif untuk diproyeksikan dalam meditasi. Pada beberapa mazhab Shivaisme dan mazhab Vaishnavisme dari Rāmānuja, karunā merujuk kepada rahmat ilahi.

KOSHA

har: 1 selubung; 2 kantong; 3 sarung
kb: 1 selubung yang menyelimuti jiwa
Semua tradisi spiritual utama dunia percaya bahwa tubuh fisik bukan satu-satunya kendaraan untuk mengekspresikan kesadaran itu sendiri, atau tempat Roh Kudus (ātman) memanifestasikan diri. Begitupun, sebagian besar ajaran Yoga dan Vedānta pasca-klasik menerima konsep lima selubung (panca-kosha), yang untuk pertama kali diperkenalkan dalam Upanishad Taittiriya. Kitab ini mengungkapkan lima lapisan pembungkus yang menyumbat jalannya cahaya murni diri transendental, yaitu (1) ‘selubung yang terbentuk dari makanan’ (annamaya-kosha); (2) ‘selubung yang terbentuk dari daya vital’ (prānamaya-kosha), (3) ‘selubung yang terbentuk dari pikir’ (manomaya-kosha), (4) ‘selubung yang terbentuk dari kesadaran’ (vijnānamaya-kosha), dan (5) ‘selubung yang terbentuk dari berkah’ (ānandamaya-kosha). Selubung yang terakhir, dalam Upanishad Taittiriya, disamakan dengan Realitas transendental itu sendiri, meskipun ajaran yang lebih baru tetap menganggapnya sebagai selubung halus di sekitar Roh Kudus.
Model ini tidak dikenal dalam yoga klasik, walau dalam konsep klasik ini dikenal tubuh supra-fisik yang mengendalilkan, yang terbentuk dari materi energi yang lebih halus (sūkshma) daripada tubuh material. Yoga-Sūtra sendiri tidak secara langsung menyebut ‘tubuh’, hanya secara tersirat.

KULA

(n) 1 keluarga; 2 trah; 3 klan; 4 rumah tangga

Kula menyampaikan gagasan tentang hubungan kekerabatan, seperti dalam terminologi guru-kula atau ‘keluarga guru‘, yang berarti garis [keturunan] spiritual.

Ada makna konotatif dalam terminologi kula pada mazhab esoterik Tantra, ketika terminologi ini merujuk kepada kekuatan ilahi (shakti), yaitu aspek feminin Sang Mutlak. Aspek maskulin Sang Ilahi dikenal sebagai akula. Pada hal lain, kula juga digunakan untuk menggambarkan pengalaman penyatuan Shiva dan Shakti, dewa dan dewi, kekuatan dan Kesadaran.

KUMBHAKA

har (adj): ‘seperti jambangan’
kb: retensi pernafasan

Berasal dari kata kumbha yang berarti jambangan, karena selama penghentian nafas batang tubuh dipenuhi energi kehidupan (prāna), yang ditahan seperti jambangan (kumbha) menyimpan air. Tapi karena teknik ini juga menstabilkan pikir, Yoga-Tattva-Upanishad (142) menyamakannya dengan dian di dalam jambangan yang tidak berkedip karena angin tidak bisa mencapainya.
Ada dua jenis retensi pernafasan: sahita (asosiasi), yaitu yang disertai inhalasi dan ekshalasi; dan kevala (terisolasi), yaitu yang tidak disertai inhalasi dan ekshalasi. Kevala merupakan bentuk lanjut pengendalian pernafasan, yang harus dilakukan tanpa ketegangan.

Sahita adalah teknik untuk menarik energi potensial (kundalinī-shakti) ke saluran pusat (sushumnā-nādī). Kevala adalah cara utama untuk memaksa energi potensial mengalir naik menyusuri sumbu tulang belakang ke mahkota kepala.

Menurut Shiva-Samhitā, seseorang harus mampu menahan nafas selama tiga ghatikā (yaitu, tujuh puluh dua menit) sebelum berharap mendapatkan kekuatan paranormal (siddhi). Dan ketika ia mampu melakukan kumbhaka selama satu yāma penuh (yaitu, tiga jam) tubuh menjadi begitu ringan sehingga ia mampu berseimbang pada ibu jarinya.


 

———————————————————————-

Catatan:
1. Singkatan:
     har = makna harfiah
     kb = kata benda
     kk = kata kerja
     ungk = ungkapan

2. Sumber:
Feuerstein, Georg. 2011. The Encyclopedia of Yoga and Tantra. Boston: Shambala Publications.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s