Kesadaran # 2

Kesadaran Saat Bermimpi

Pada tahap bermimpi, tubuh fisik tidak beroperasi, namun tubuh-vital, tubuh-mental, dan tubuh-intelektual tetap aktif, walau dalam intensitas berkurang. Pada saat bermimpi kita tetap berpikir dan memahami. Dengan kata lain, pada tahap bermimpi ada prāna, manas, dan buddhi, minus elemen fisik atau kesadaran tubuh.

Sesuatu yang lain terjadi saat kita bermimpi. Dunia fisik yang terlihat dan terhubung melalui organ-organ inderawi pada saat terjaga, absen, namun karena kerja pikir (mind) seolah-olah dunia fisik hadir saat kita bermimpi. Tanpa bantuan indera kasar dan organ-organ tindakan yang aktif pada saat terjaga, pikir (mind) secara sendirian membuat, membayangkan, memroyeksikan dunianya sendiri, dan kita melihat sebuah dunia dalam mimpi. Kita ada di sana sama seperti ketika kita ada saat terjaga. Kita bisa melihat diri kita sendiri, duduk di sana, seperti ketika terjaga; dengan cara yang sama kita bisa melihat diri kita mencermati hal-hal tertentu juga dalam tahap mimpi. Ada ‘saya’ dalam mimpi yang sama dengan ‘saya’ saat terjaga. Hal- hal yang kita ihat saat terjaga – pegunungan, sungai, matahari, bulan, bintang, dan berbagai jenis manusia – kita lihat juga dalam mimpi. Ada ruang, waktu, dan eksternalitas dalam mimpi, sebagimana pada tahap terjaga.

Perbedaan antara tahap bermimpi dan terjaga adalah bahwa pikir menciptakan seluruh dunia kognisi dan persepsi eksternalnya, tanpa sensasi fisikal atau tanpa kehadiran objek-objek eksternal secara fisik. Juga ada 19 prinsip kesadaran yang beroperasi. Kita punya mata mimpi, telinga mimpi, hidung mimpi, lidah mimpi yang mencecap, sentuhan mimpi; dan kaki mimpi, tangan mimpi, berbagai organ mimpi. Dalam mimpi kita berlari dengan kaki, kita makan enak, kita bahkan bisa hidup dan mati. Orang bisa merasakan kelahiran atau kematiannya. Orang bisa menyaksikan kremasi tubuhnya sendiri.

Semua hal fantastis bisa dialami dalam mimpi; suatu dunia baru yang diproyeksikan oleh pikir – ruang, waktu, sebab-akibat, benda-benda, orang-orang, semua hal-hal baik. Semua itu muncul dalam dunia mimpi karena jiwa beroperasi melalui pikir (mind) dan akal (intellectual) – pada tataran rendah, bukan tataran aktif. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa tubuh fisik tidak hadir sebagai objek kesadaran. Kadang orang tidur dengan mulut ternganga. Jika beberapa butir gula ditaruh di lidahnya, ia tidak bisa merasakan manisnya, karena pikirannya ditarik. Pikir adalah organ operatif utama yang menyebabkan sensasi melihat, mendengar, mencecap, dll. Bahkan ego juga bereaksi dalam mimpi. Jika seseorang memanggil kita dalam mimpi dengan nama yang bukan nama kita, kita akan mengabaikannya. Kita tidak akan terbangun. Ketika Retno sedang tidur dan ia dipanggil Angelina, dia tidak akan bangun. Retno harus dipanggil hanya dengan Retno. Artinya ego begitu dalam teridentifikasi dalam bentuk nama tertentu yang bekerja bahkan ketika terbenam dalam tahap mimpi dan tidur lelap.

Kesembilan belas prinsip kesadaran tahap terjaga secara psikologis diproyeksikan oleh pikir pada tahap bermimpi, dan semua pengalaman itu kita rasakan seperti pada tahap terjaga. Kesadaran saat terjaga disebut taijasa(ret)

bersambung

Selanjutnya: KESADARAN # 3: Kesadaran Saat Tidur Lelap

.

.

Advertisements

3 thoughts on “Kesadaran # 2

    1. Ananda YaNK Aroz,
      teringat pada mimpi adalah hal yang lumrah, tetapi mengapa merasa perlu mengendalikan mimpi?
      Yang lebih penting adalah MENGENALI mimpimu.
      Untuk mulai mengenali mimpi, cobalah langkah-langkah berikut:
      (1) siapkan kertas dan alat tulis di samping tubuhmu sebelum Ananda berangkat tidur.
      (2) catatlah mimpimu seperinci mungkin, segera setelah Ananda terbangun. Jika Ananda terbangun di tengah malam, silakan lanjutkan tidur setelah mencatat.
      (3) Ketika terjaga keesokan pagi, bacalah catatan yang telah Ananda buat.
      (4) Lakukan terus langkah-langkah di atas setiap kali Ananda bermimpi.
      Demikian, Ananda. Selamat mencatat.
      -Rama-

    2. Kawan YaNK ARoz,

      Pada kehidupan sehari-hari, kita memikirkan, merasakan, dan melakukan sesuatu. Pikir mengumpulkan dan mengoleksi setiap hasrat, rasa, pemikiran, dan tindakan yang timbul dari kontak dengan objek-objek yang berbeda. Setiap rasa, hasrat, pemikiran, dan tindakan meninggalkan jejak berupa guratan dalam jiwa yang disebut impresi. Impresi tidak lain adalah sisa keinginan yang tertinggal setelah pengalaman tertentu.

      Pada saat bermimpi, pikir (mind) secara sendirian membuat, membayangkan, memroyeksikan dunianya sendiri. Pikir memroyeksikan impresi yang tertinggal. Artinya, yang kita ‘lihat’ dalam mimpi bukanlah dunia nyata, tetapi dunia(nya) pikir.

      Kalau begitu, mengapa harus gusar dengan mimpi? Mimpi itu pertanda tidur tidak nyenyak lho.

      Ketika masih terganggu mimpi, berarti kita tidak benar-benar istirahat, karena pada saat itu pikir masih bekerja. Jika diukur dengan alat EEG, maka gelombang otak masih bergerak 4 – 8 Hz, atau dikatakan pada gelombang theta (θ). Tidur yang ideal adalah tidur tanpa gangguan mimpi. Pada saat itu gelombang otak hanya bergerak 0.5 – 4 Hz atau pada gelombang delta (δ). Saat tidur nyenyak, pikir tidak bekerja, intelektualitas tidak memutuskan, dan kita bahkan tidak tahu bahwa kita ada. Tidur lelap adalah tahap ‘tidak ada apa-apa’. Nothing. Yang ada hanya ‘kesadaran’, dan itulah hakikat esensial kita.

      Daripada gusar dengan mimpi, mungkin lebih baik lakukan saja relaksasi sebelum tidur. Relaksasi paling mujarab adalah berdoa. Doa yang khusuk dan meditasi akan dengan cepat menurunkan gelombang otak dari beta (β) – yaitu gelombang otak saat kita terjaga – ke gelombang alpha (α), yaitu ketika kita merasa sangat rileks, tenang, dan hampir tertidur. Jika mampu mempertahankan ketenangan, hanya dalam beberapa menit kita akan masuk ke gelombang delta, tanda bahwa tubuh dan pikir beristirahat total. Jadi, tidak perlu gusar dengan mimpi, bukan?

      Selamat menikmati tidur yang berkualitas.
      Salam, retno.

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s