Uddiyana Bandha

Uddiyana (atau uddīyana) Bandha adalah kuncian interior tubuh ke-dua pada latihan asana (āsana) dan pranayama (prānāyāma), untuk mengendalikan aliran energi.

Uddīyana-bandha atau Kuncian Melayang menggerakan energi prāna dari pusat-pusat elemen tanah, air, dan api, naik ke pusat elemen udara. Kuncian ini menyedot energi masuk ke Saluran Pusat (sushumnā-nādī) dan mencegah akumulasi ketegangan, racun, dan stagnasi energi di area pusar. Dengan demikian, energi akan mengalir lancar ke seluruh tubuh.

Ketika menggerakan energi yang terjebak di area pusar, uddīyana-bandha menghubungkan energi di pusat elemen air di Cakra Seks (svādhishthāna-cakra), menggerakannya melalui pusar, dan membawanya ke Cakra Jantung. Uddīyana-bandha membuka simpul energi Vishnu (vishnu-granthi) dari arah bawah.

PETUNJUK:

  1. Uddīyana-bandha dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri. Dalam posisi berdiri, tempatkan kedua tangan pada lutut; sementara dalam posisi duduk – dianjurkan vajrasana – kepalkan tangan membentuk ‘tinju vajra‘, kemudian tempatkan di pangkal paha.
  2. Kendurkan seluruh ketegangan otot, terutama otot-otot leher dan tenggorokan. Lakukan mūla-bandha.
  3. Tarik napas melalui hidung dengan teknik ujjayi. Kembangkan perut sepenuhnya dan kirimkan udara langsung ke bagian bawah perut. Tahan nafas di perut selama beberapa saat.
  4. Condongkan tubuh sedikit ke depan, kemudian kontraksikan otot perut dan tarik pusar masuk dan naik, ke arah tulang belakang, untuk mendorong sebanyak mungkin udara keluar dari paru-paru.
  5. Kembangkan rongga dada (thorax) seolah-olah menarik nafas, tapi jangan benar-benar menarik nafas. Pengembangan rongga dada – tanpa inhalasi – akan menyedot otot-otot perut masuk ke dada dan membentuk ceruk di perut.
  6. Tahan uddīyana-bandha selama 15 detik.
  7. Perlahan-lahan lepaskan bandha, kendurkan cengkeraman otot-otot perut, dan bernafaslah seperti biasa. Lakukan tiga hingga sepuluh putaran, tergantung kemampuan. Bagi pemula, boleh menyisipkan bernafas normal di akhir tiap putaran.

TIPS:

  1. Pusatkan konsentrasi pada menarik pusar setinggi dan sedalam mungkin.
  2. Lakukan mūla-bandha saat puraka (inhalasi), dan tahan selama kumbhaka (retensi). Lakukan uddīyana-bandha selama recaka (ekshalasi) sambil tetap melakukan mūla-bandha. Lepas uddīyana-bandha setelah ekshalasi, dan disarankan untuk tetap melakukan mūla-bandha selama berlatih prānāyāma dan āsana.

CATATAN:

  1. Selalu lepaskan uddīyana-bandha sebelum terjadi ketegangan agar tidak tersedak, terbatuk, ataupun tersengal. Ingatlah bahwa kita sedang melenturkan perut, menghilangkan ketegangan dan tekanan otot, dan bukan sedang membangun otot. Karena itu, lakukan dengan lembut dan energik. Mulailah dengan sangat perlahan, lembut, namun penuh semangat. Kelak, ketika telah menemukan kenikmatannya secara alamiah, Anda akan merasa ingin melakukannya lagi dan lebih sering lagi.
  2. Pada proses uddīyana-bandha kontraksi dilakukan terhadap otot-otot pusar, dan bukan terhadap otot-otot diafragma yang bisa berakibat timbulnya tekanan di tenggorokan atau dada. Jika ini terjadi, segera kendurkan otot-otot leher dan tenggorokan – yang memungkinkan dagu menyentuh ceruk tulang sternum saat jālandhara-bandha. Tidak boleh ada ketegangan saat melakukan uddīyana-bandha, melainkan energi, panas, peregangan, dan pembukaan area tengah tubuh.
  3. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari latihan uddīyana-bandha, pada saat melepas nafas pastikan posisi tulang belakang tetap tegak lurus terhadap lantai dan dada tetap mengembang menghadap ke depan. Jangan biarkan rongga dada menguncup atau bahu bergelung membungkuk.
  4. Jangan memperpanjang durasi hingga terbatuk atau tersengal-sengal. Latihan uddīyana-bandha harus menyenangkan. Akhiri latihan sebelum ada ketidaknyamanan apapun.
  5. Meskipun uddīyanaberarti melayang naik, namun ungkapan itu hanya berlaku untuk energi. Titik pusar fisik tetap harus ditarik posterior (ke dalam, ke arah tulang belakang), dan perut bagian bawah ditarik ke atas – terutama bagi mereka dengan perut melorot :)Secara sederhana, uddīyana-bandhadapat digambarkan sebagai berikut: mula-mula tarik masuk otot-otot perut ke dalam pusar; kemudian tarik masuk pusar ke arah tulang belakang.Uddīyana-bandha dirancang sebagai sebuah katup energi di Cakra Pusar (manipura-cakra) yang bisa membuka dan menutup. Katup energi ini menutup untuk mencegah terhamburnya energi, dan sebaliknya, membuka untuk proses pemurnian dan pembaruan energi di pusat elemen api itu. Pada fungsi yang terakhir itu, uddīyana-bandha menarik kembali energi yang terhambur, dan menyedotnya masuk ke inti cakra. Proses ini memicu evolusi spiritual atau sādhana.
  6. Lakukan uddīyana-bandha di awal latihan āsana untuk memberi rangsang energi di perut.
  7. Uddīyana-bandha bekerja pada manipura-cakra dan Vishnu-granthi. Uddīyana-bandha membuka simpul Wisnu (Vishnu-granthi) sehingga Vishnu-loka terungkap. Pada proses ini, energi bergerak naik dari Cakra Dasar (mūlādhara-cakra) dan Cakra Seks (svadhishthana-cakra) melalui manipura-cakra, ditarik masuk ke Cakra Jantung (anāhata-cakra), sehingga simpul energi di antara pusat elemen air dan pusat elemen udara mengalami re-mediasi. Dengan pembaruan energi ini, bagian-bagian tubuh kausal, mental, emosional, dan spiritual yang berkorespondensi juga ikut terbarui.

MANFAAT:

  1. Mengencangkan otot-otot perut dan diafragma.
  2. Memijat organ dalam perut, ulu hati (solar plexus), juga jantung dan paru-paru.
  3. Meningkatkan pembakaran di lambung; memperbaiki proses pencernaan, asimilasi, dan eliminasi; memurnikan saluran pencernaan dari racun.
  4. Merangsang sirkulasi darah di perut dan aliran darah ke otak.
  5. Uddīyana-bandha bermanfaat untuk seluruh batang tubuh – merangsang dan mengangkat energi prāna di perut bagian bawah (apāna-vayu), dan menyatukannya dengan prāna di area pusar (samana-vayu) dan jantung (prāna-vayu).
    1. Apāna-vayu, yang bekerja di area antara pusar dan anus, antara lain bermanfaat untuk mencegah masalah dengan gas selama proses pencernaan di usus.
    2. Samana-vayu, yang bekerja di area pusar, memungkinkan terjadinya proses pencernaan dalam tubuh.
    3. Prāna-vayu, yang bekerja di area jantung, antara lain berfungsi menjaga tingkat keasaman dan mencegah masalah pernafasan.

PERINGATAN:

  1. Lakukan uddīyana-bandha dalam kondisi perut kosong. Melakukan latihan uddīyana-bandha dengan perut penuh akan menyebabkan mual dan rasa sakit di perut.
  2. Jangan melakukan inhalasi sambil melakukan uddīyana-bandha.
  3. Lakukan uddīyana-bandha dalam batas-batas kemampuan. Jangan memaksa diri! Dengarkan dan ikuti irama tubuh Anda masing-masing. Melakukan uddīyana-bandha di luar batas kemampuan akan menyebabkan pusing, bahkan pingsan.

Selamat berlatih! (ret)

.

.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s