Prinsip-prinsip Manusia

Tubuh fisik, tubuh astral, energi vital (prāna), kecerdasan (buddhi), naluri, spiritual, dan roh adalah tujuh prinsip manusia. Buddhi adalah alasan murni. Buddhi bersemayam tepat di bawah puncak kepala di kelenjar pineal di otak. Buddhi hanya mewujud pada mereka yang telah mampu mengembangkan intuisi diskriminasi (viveka). Alasan umum manusia duniawi kerap disebut sebagai alasan praktis yang bodoh dan terbatas.

Prana (prāna) adalah energi vital atau energi kehidupan. Prāna adalah simbol keabadian Tuhan atau Brahman. Prāna adalah penghubung antara tubuh astral dan tubuh fisik. Prāna dibagi menjadi prāna fisik dan prāna psikis. Bernapas adalah manifestasi eksternal prāna fisik. Semua pemikiran adalah getaran prāna psikis sub-sadar.

Prāna adalah kuda dan tubuh adalah kereta. Prāna bergetar dan pikir pun tertata dalam gerak. Pikir bekerja ketika prāna bergerak. Jika prāna meninggalkan tubuh maka semua fungsi tubuh akan berhenti; tubuh fisik bagai seonggok log kayu. Pemisahan prāna dari tubuh fisik disebut ‘kematian’ dalam bahasa sehari-hari. Pengendalian prāna mengantar kepada pengendalian pikir, begitupun sebaliknya.

Seperti panah didorong oleh tenaga sang pemanah, tubuh pun didorong oleh prāna. Prānalah yang memanipulasi tubuh fisik dan yang mengisi serta meresapinya.

Dengan perintah Brahman laut tidak melebihi batas-batasnya. Dengan perintah-Nya matahari bersinar dan terbit pada waktu yang ditentukan di Timur. Dengan perintah-Nya api membakar. Dengan perintah-Nya pikir, prāna, dan indera berfungsi.

Materi, prāna, dan pikir adalah tiga manifestasi relatif Sang Mutlak. Prāna benar-benar merupakan modifikasi atau manifestasi dari pikir. Prāna adalah kemampuan tindakan. Materi berasal dari prāna. Prāna bersumber dari pikir. Materi di bawah prāna. Prāna di atas materi tetapi di bawah pikir. Prāna adalah positif terhadap materi tetapi negatif terhadap pikir. Pikir positif terhadap prāna dan materi, tetapi negatif terhadap kehendak. Kehendak adalah pusat ego. Kehendak adalah panglima yang mengarahkan pikir dan prāna ke seluruh bagian dan ke segala arah. Intuisi di atas akal dan merupakan kanal komunikasi antara manusia dan roh. Pengembangan kekuatan kehendak dengan sugesti diri adalah prinsip dasar yoga rāja. (ret)

.

.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s