Karma Yoga

Karma Yoga adalah yoga perbuatan [diri transendensi]. Terminologi ini pertama kali disampaikan lebih dari 2000 tahun yang lalu dalam Bhagavad Gītā, meskipun diyakini sudah ada sebelum kitab suci itu. Gītā mengenalkan laku ini sebagai salah satu dari dua ‘cara hidup’ (nishthā) yang diajarkan oleh Krishna, selain Sāmkhya Yoga. Karma Yoga mengajarkan cara hidup aktif, dalam perspektif bahwa semua perbuatan tidak hanya harus pantas – berkesesuaian dengan posisi diri dalam kehidupan – namun juga harus dilakukan dalam semangat berkorban secara batiniah (yajña). Hanya dengan begitu perbuatan tidak terikat karma.

Karma Yoga, menurut Matsya Purāṇa (52:5f.), adalah seribu kali lebih baik daripada Jñāna Yoga (laku meditasi dan penyangkalan). Dalam Uddāva Gītā (15:7) Karma Yoga justru diperkenalkan sebagai langkah pertama menuju Jñāna Yoga. Ajaran ini ditujukan bagi mereka yang tidak anti terhadap perbuatan dan yang masih menikmati hasrat. Karma Yoga juga kerap disebut Kriyā Yoga.

Manu Smriti (2:2) memaknai Karma Yoga sebagai perbuatan ritual, yang merupakan makna yang lebih tua. (ret)

Sumber:
1. Feuerstein, Georg. 2011. The Encyclopedia of Yoga and Tantra. Boston: Shambala Publications.
2. Sivananda, Sri Swami, 2000, Bhagavad Gītā by Sri Swami Sivananda, Himalayas: The Divine Life Society.
3. Krishnananda, Sri Swami, 2010, Interior Pilgrimage, Himalayas: The Divine Life Society, 3rd edition.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s