Yoga Sutra

Yoga Sūtra (Kata-Kata Mutiara Yoga) adalah sebuah eksposisi otoritatif Yoga klasik yang diyakini ditulis oleh Patañjali. Beberapa pakar menyebutnya bertahun abad ke-2 SM, walau ada kemungkinan teks ini ditulis pada era sebelumnya. Dikenal juga sebagai Pātanjala Sūtra, karya ini terdiri dari empat bab (pāda) dengan seluruhnya berjumlah 195 aforisma (beberapa edisi memiliki satu Sūtra tambahan). Upaya untuk membedah komposisi ini menjadi unit-unit tekstual yang berdiri sendiri telah gagal, dan karya Patañjali ini tampaknya relatif homogen. Pada karyanya, sang penulis memasukkan serangkaian definisi yang berhubungan dengan delapan ‘anggota tubuh’ (anga) Yoga (2:28-3:3 atau 3:8). Terkait hal ini, Yoga Patañjali mungkin lebih tepat disebut Kriyā Yoga daripada ashta-anga-yoga.

Bab pertama, samādhi pāda (‘bab tentang ekstase’), menguraikan proses utama dalam transformasi sistematis kesadaran. Bab ke-dua, sādhana pāda (‘bab tentang cara’), mengenalkan konsep-konsep dasar praktik Yoga Kriyā. Pada aforisma 2:28 diskusi beralih ke delapan tapak Yoga. Bab ke-tiga berjudul vibhuti pāda, karena berkait dengan manifestasi paranormal yogis (vibhūti atau siddhi). Bab ini juga berisi informasi penting tentang tataran-tataran yang lebih tinggi dalam praktik yoga. Bab terakhir, kaivalya pāda (‘bab tentang kesendirian’), mengenalkan gagasan filosofis penting, dan menyajikan tahap akhir Yoga, termasuk pembebasan itu sendiri, yang disebut kaivalya.

Walau Patañjali sendiri sadar bahwa kompilasinya sekadar ‘eksposisi’ (anushāsana) ajaran yang sudah ada, namun karyanya tidak kehilangan orisinalitasnya. Dalam upaya formalisasi tradisi Yoga, ia telah mengenalkan konsep dan istilah baru yang jelas menunjukkan otonomi Yoga klasik sebagai salah satu sekolah pemikiran atau sistem filsafat (darshana) terkemuka Hindu.

Dalam terminologi, Yoga Sūtra dekat dengan Budhisme Mahāyāna, dan keterkaitan antara Yoga Klasik dan Budhisme memang telah sering dicatat oleh para pakar, meskipun tidak ada penelitian terperinci yang telah dilakukan sampai sekarang. Juga menjadi catatan lebih khusus adalah hubungan paralel antara Yoga Sūtra dan Abhisamayālankāra Shāstra karya Maitreya.

Mengingat nilai penting Yoga Sūtra, tidak mengherankan jika karya itu menumbuhkan sejumlah besar karya tafsiran. Tafsiran tertua yang bisa didapat adalah Yoga Bhāshya yang menjadi kunci untuk memahami karya Patañjali ini. Karya tafsiran penting lainnya adalah Vivarana dari Shankara, Tattva Vaishāradi dari Vicaspati Mishra, dan karya monumental Vajnāna Bhikshu, Yoga Vārttika dan Yoga Sāra Samgraha. (ret)

Sumber:
1. Feuerstein, Georg. 2011. The Encyclopedia of Yoga and Tantra. Boston: Shambala Publications.
2. Beberapa sumber lainnya.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s