Pengendalian Napas

# Prinsip 2 dari 5 Prinsip Yoga 

Yoga mengajarkan cara menggunakan paru-paru pada kapasitas maksimumnya dan cara mengendalikan napas. Pernapasan yang benar seharusnya dalam, perlahan, dan ritmis. Pernapasan yang demikian akan meningkatkan daya hidup (vitalitas) dan kejernihan mental.

Kebanyakan orang hanya menggunakan sebagian kecil kapasitas paru-parunya untuk bernapas. Mereka bernapas pendek-pendek dan nyaris tanpa mengembangkan tulang rusuknya. Pundak mereka membungkuk dan mengalami ketegangan yang kadang menyakitkan di bagian atas punggung dan leher. Mereka juga mengalami kekurangan oksigen. Mereka yang bernapas seperti ini harus belajar Pernapasan Yoga Penuh (dirgha svasam).

Tiga Macam Pernapasan
1. Pernapasan klavikularis (clavicular = tulang selangka) adalah pernafasan pendek dan dangkal. Pernafasan ini adalah yang terburuk. Pundak dan tulang selangka terangkat dan perut berkontraksi selama inhalasi. Upaya maksimal dilakukan, namun minimum udara yang diperoleh.

2. Pernapasan dada dilakukan dengan otot-otot tulang rusuk memperluas rongga dada. Ini adalah pernafasan yang tidak lengkap.

3. Pernapasan perut bawah (diafragma) adalah yang terbaik. Metode pernapasan ini membawa udara ke bagian terbawah dan terluas paru-paru.

Sebenarnya dari ketiganya tidak ada metode pernapasan yang lengkap. Pernapasan Yoga Penuh menggabungkan ketiganya, diawali dengan menarik napas dalam-dalam dan membawa udara memenuhi diafragma, kemudian rongga dada, dan terakhir adalah area tulang selangka.

Belajar Pernapasan Perut:

  1. Untuk mendapatkan nuansa pernapasan diafragma pakailah pakaian yang longgar. Berbaring terlentang. Tempatkan tangan di atas perut.
  2. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan sambil menggembungkan perut hingga maksimal. Kempiskan perut sekempis-kempisnya, kalau perlu hingga pusar menempel di tulang belakang, sambil secara perlahan keluarkan napas melalui hidung. Cobalah untuk merasakan sensasi pernapasan ini.

Belajar Pernapasan Yoga Penuh:

Setelah merasa mahir dalam pernapasan perut, kini saatnya untuk belajar Pernapasan Yoga Penuh.
Tarik napas dalam-dalam secara perlahan, gembungkan rongga perut maksimal, kemudian rongga dada, dan terakhir area dada bagian atas. Keluarkan napas secara perlahan sambil mengempiskan perut hingga maksimal agar tidak tersisa udara basi di paru-paru.

Prāṇayāma
Hal paling penting tentang pernapasan yang baikadalah prāṇa, atau energi halus pernapasan vital. Pengendalian prāṇa akan membawa kepada pengendalian pikir. Latihan pernapasan disebut prāṇayāma, yang berarti pengendalian prāṇa.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s