Kundalini Shakti

n: 1 energi potensial; 2 kekuatan ular
Disebut juga kundalinī, kutilangī, bhujanginī, phanī, nāgī, cakrī, sarasvatī, lalalnā, rasanā, samkinī, rājī, sarpinī, mani, asthā-vakrā, ātma-shakti, avadhūtī, kuntī, dan nama sebutan lainnya

Kundalinī-shakti adalah kekuatan psiko-spiritual (shakti) pada tataran manusia. Dalam Rig-Veda, kundalinī telah diisyaratkan dengan nama Vāc Virāj (suara cemerlang), yang digambarkan sebagai ‘ratu ular’ (sarpa-rājnī).

Karena pengalaman kundalinī tergantung pada struktur universal tubuh, maka konsep ini dianggap misterius dan mistis sepanjang zaman. Namun, dengan esoterisme tubuh-positif dari Tantra, pengalaman ini dijabarkan menjadi model konseptual yang utuh, yang kemudian menjadi peta jalan para praktisi dalam upaya mereka untuk secara sistematis membangkitkan kekuatan kundalinī.

Tubuh adalah mikrokosmos yang merefleksikan konfigurasi besar makrokosmos, dan kundalinī dianggap sebagai bentuk individualisasi dari prinsip feminin kosmik, atau shakti. Kekuatan ilahiah ini mewujud dalam bentuk kundalinī, di satu sisi, dan energi kehidupan (prāna) di sisi lain.

Betapapun, kundalinī adalah potensi yang lebih mendasar dalam proses spiritual. Mungkin, hubungan antara prāna dan kundalinī dapat dibandingkan dengan sebuah bom A dan bom H. Dibutuhkan dampak terkonsentrasi kekuatan prāna, yang diatur melalui pengendalian nafas (prānāyāma) untuk memicu kekuatan kundalinī dan membuatnya merambat naik sepanjang saluran pusat (sushumnā-nādī) tubuh.

Kundalinī adalah energi potensial, bercahaya bagai sejuta matahari, dan berada di pusat esoteris terbawah yaitu cakra dasar atau mūlādhāra-cakra. Potensi kundalinī digambarkan bergelung seperti ular, sebanyak tiga setengah lekuk. ‘Ular’ tersembunyi ini menutup gerbang ‘pembebasan’, yang merupakan pintu bawah untuk masuk ke saluran pusat (sushumnā-nādī).

Ketika ‘bangkit’, kundalinī akan merayap naik menyusuri sushumnā-nādī ke cakra mahkota (sahasrāra-cakra) di kepala, lokus kutub statis energi psiko-spiritual. Ini adalah tempat bersemayamnya Shiva. Penyatuan Shiva dan Shakti, dewa dan dewi, dirayakan sebagai tujuan tertinggi Yoga. Ini mewujud dalam bentuk peralihan radikal kesadaran, melenyapkan sensasi individuasi dan membanjiri tubuh dengan nektar ilahiah, kula-amrita (atau soma), yang dialami sebagai bahagia (ānanda) tak terhingga.

Naiknya kundalinī dari cakra dasar ke cakra mahkota di kepala dikaitkan dengan berbagai fenomena psikis, terutama panas dan cahaya (jyotis), serta suara-dalam (nāda). Stimulasi konstan pada kundalinī akan menghasilkan sensasi di saluran pusat yang mirip dengan semut merayapi tulang belakang. Beberapa efek samping psikologis bisa sangat mengganggu, terutama saat kundalinī bangkit secara spontan dan tanpa persiapan yang memadai atau pemurnian.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s