Mudra

n: 1 sikap lengan, tangan, dan jari; 2 anting-anting

Kata mudrā memiliki sejumlah konotasi dalam Yoga dan Tantra. Dalam Hatha-Yoga mudrā merujuk praktik mirip dengan sikap tubuh (āsana). Gheranda-Samhitā (3) menyebutkan dua puluh lima mudrā, yang di dalamnya termasuk ‘kuncian’ (bandha) dan, lima praktik konsentrasi (panca-dhāranā). Semua mudrā itu, sebagaimana dinyatakan dalam teks, sangat dijaga kerahasiaannya. Misalnya dengan tidak diajarkan kepada murid yang tidak disiplin atau tidak sungguh-sungguh.

Mudrā memberi kenikmatan (bhoga) sekaligus pembebasan (mukti); juga memiliki fungsi kuratif yang besar, serta meremajakan dan meningkatkan api gastik (jāthara-agni). Hatha-Yoga-Pradīpikā (3.8) menyebutnya ‘ilahiah’ (divya) karena berdampak pembebasan dan memberi kemampuan-kemampuan yang tidak biasa (sidhi). Mudrā penting lain, yang tidak disebutkan dalam Gheranda-Samhitā, adalah shan-mukhī-mudrā.

Lebih jauh, terminologi mudrā menunjuk sikap lengan, tangan, dan jari (hasta-mudrā) yang digunakan dalam latihan sikap tubuh  (āsana) dan meditasi. Soma-Shāmbhu-Paddhati menjabarkan tak kurang dari tiga puluh tujuh mudrā tangan. Yang paling dikenal di kalangan yoga adalah abhaya-mudrā, añjali mudrā (dilakukan dengan mengatupkan kedua telapak tangan di depan cakra jantung), cin-mudrā, dhyāna-mudrā, dan jnāna-mudrā.

Akhirnya, para yogi hatha juga menggunakan terminologi mudrā untuk anting-anting besar yang dikenakan oleh anggota ordo Kānphata.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s