Cakra

Secara harfiah berarti roda atau pusaran.
Cakra adalah pusat energi psikis dalam sistem tubuh manusia.

Cakra memiliki empat konotasi esoteris utama.
1) merujuk ‘untuk menjadi’ (becoming)’ (bhava-cakra) atau ‘pusaran keberadaan’ (samsāra)), yaitu kosmos fenomenal.

2) merujuk lingkaran inisiasi dalam ritual seksual Tantra di mana peserta laki-laki dan perempuan duduk dalam susunan melingkar (cakra-pūjā) di hadapan Guru.

3) mengacu pada sebuah diagram yang mirip dengan tantra yang digunakan untuk menentukan mantra yang tepat untuk seseorang atau situasi tertentu; diagram seperti ini dijelaskan, misalnya, dalam Mantra-Yoga-Samhitā.

4) merujuk pusaran psikoenergetik yang membentuk organ utama tubuh manusia, yang terbentuk dari energi kehidupan (prāna).

Struktur esoteris ini juga sering dirujuk dan secara grafis digambarkan sebagai ‘teratai’ (padma, kamala).

Ada enam cakra utama (shat-cakra), ditambah satu cakra ke-tujuh yang melampaui keberadaan tubuh. Ketujuh cakra itu adalah:
(1) mūlādhāra-cakra (cakra dasar) di anus;
(2) svādhishthāna-cakra (cakra basis diri) di alat kelamin;
(3) manipura- cakra (cakra dari kota permata) di pusar;
(4) anāhata-cakra (berarti suara tak teratur) di jantung;
(5) vishuddha-cakra (cakra murni) di tenggorokan;
(6) ajnā-cakra (cakra komando atau cakra mata ke-tiga) di tengah dahi, di antara dan di balik kedua alis; dan
(7) sahasrāra-cakra (cakra seribu jari-jari) terletak di mahkota kepala.

Ada juga model-model lain yang mencakup sembilan, dua belas, atau bahkan lebih.  Kaula-Jnāna-Nirnaya (10), sebuah karya abad pertengahan, misalnya, menyebutkan delapan cakra yang tidak disebutkan namanya. Cakra-cakra ini termasuk dalam cakra rahasia yang memainkan peran penting dalam praktek Yoga yang lebih tinggi.

Kaula-Jnāna-Nirnaya (10) lebih lanjut menyatakan bahwa kontemplasi pada cakra menuntun kepada penaklukan kematian dan untuk memperoleh kekuatan paranormal (siddhi).

Sebuah gulungan kitab Kashmir yang diteliti oleh Fausta Nowotny (1958) berisi daftar dua belas cakra atau teratai berikut lokasi dan jumlah kelopak masing-masing.

Dalam Buddhisme Vijrayāna (Tibetan) disebutkan lima cakra yang dipakai untuk keperluan khusus, yang masing-masing terletak di dahi/mahkota kepala, tenggorokan, jantung, pusar, dan area kelamin/dubur.

Ada pula penjelasan yang menunjukan identifikasi langsung pusat-pusat psikoenergi ini dengan jaringan syaraf yang dikenal dalam psikologi medis. Namun, bagaimanapun, hipotesis ini bertentangan ajaran yoga.

Agehananda Bharati (1965) menunjukkan hubungan antara cakra dan gelombang saraf. Menurutnya cakra hanyalah ‘khayalan sistematis’ atau perangkat heuristis’ untuk membantu proses meditasi.

Meskipun tidak menyangkal komponen simbolis model cakra, psikolog transpersonal Ken Wilber (dalam John White, 1979) mencatat bahwa cakra adalah nyata sejauh berhubungan dengan sensasi atau keadaan kesadaran yang berbeda, sebagaimana mereka berkorelasi dengan organ tertentu.

Dalam Tantra, cakra juga mengacu pada ‘lingkaran’ ritual, terutama mahā-cakra. Kelompok enam cakra (shat-cakra) pertama kali tersebutkan dalam drama Bhavabhūti yang dramatis. Mālatī-Mādhava, yang tertanggal abad ke-8 M.; kadang-kadang cakra dipahami sebagai sinonim untuk mandaladan juga cakram Vishnu, yang melambangkan kekuatan pelindung.

Advertisements

Sila beri tanggapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s